WARNA SEMESTA

Pages

  • Home
  • About

Label

Arsitektur Art Automotive Biografi Budaya Ekonomi Geografi History Hobby Inspirasi Kesehatan Photograph Sains Teknologi Tips

Senin, 14 Maret 2011

Energi Nuklir

Nuklir, sebuah kata yang menyirat kengerian dan kedahsyatan. Mungkin ini gara-gara peristiwa penghancuran dua kota Jepang, Nagasaki dan Hiroshima, yang mengakhiri perang dunia II. Kedua kota tersebut hancur oleh dua buah bom nuklir yang bernama “Little Boy”, aplikasi mutakhir fisika subatomik oleh para fisikawan di Amerika Serikat. Saking traumanya kita dengan kata “nuklir”, aplikasi mutakhir fisika subatomik lainnya yang bernama Nuclear Magnetic Resonance (NMR) diubah menjadi Magnetic Resonance Imaging (MRI).



Tidak hanya persoalan teknologi penghancur, nuklir juga telah membawa kenangan buruk bagi warga Eropa semenjak tragedi meledaknya pembangkit listrik di Chernobyl (Ukraina) bertenaga nuklir pada 26 April 1986. Tujuh tahun sebelumnya, tepatnya pada 28 Maret 1979, pembangkit listrik tenaga nuklir di Three Mile Island (Pensylvania, Amerika Serikat) telah meledak dan memberikan kenangan buruk bagi warga Amerika Serikat khususnya dan dunia umumnya. Yang membuat ngeri bukan pada kehancuran akibat ledakan, tetapi apa yang terjadi setelah ledakan: makhluk hidup mengalami mutasi. Ada bayi yang bermata satu, berkaki tiga, berjari tidak normal, dan semua yang aneh-aneh lainnya. Wilayah tempat terjadi kecelakaan harus disterilkan (tidak boleh dimasuki) untuk waktu beratus-ratus tahun lamanya.

Cara Kerja Nuklir 

Pertama kita mengambil sumber dari energi nuklir yaitu uranium 235 (U235) yang diambil dari bahan galian seperti batu bara, karena sumber ini sangat sedikit di alam,maka harus di perkaya (pengayaan uranium) dari uranium 238. karena unsur uranium 235 sangat sedikit sementara uranium 238 jumlahnya sangat banyak

setelah disaring lalu uranuim 235 dibawa ke tempat pengolahan dengan pengawasan ekstra hati-hati. bijih uranium 235 dimasukan ke dalam tempat yang bentuknya seperti corong cerobong asap, disana energi dari uranium 235 dan 238 dipisah, beberapa bisa dijadikan energi pembangkit listrik tenaga nuklir beberapa dijadikan senjata nuklir yang berbahaya dan yang sisanya dibuang/dipendam di dasar laut dengan dinetralkan terlebih dahulu unsurnya karena jika tidak dinetralisir maka dapat membahayakan kesehatan dan sekelilingnya.

Di dalam inti atom tersimpan tenaga inti (nuklir) yang luar biasa besarnya. Tenaga nuklir itu hanya dapat dikeluarkan melalui proses pembakaran bahan bakar nuklir. Proses ini sangat berbeda dengan pembakaran kimia biasa yang umumnya sudah dikenal, seperti pembakaran kayu, minyak dan batubara. Besar energi yang tersimpan (E) di dalam inti atom adalah seperti dirumuskan dalam kesetaraan massa dan energi oleh Albert Einstein : E = m C2, dengan m : massa bahan (kg) dan C = kecepatan cahaya (3 x 108 m/s). Energi nuklir berasal dari perubahan sebagian massa inti dan keluar dalam bentuk panas. 

Dilihat dari proses berlangsungnya, ada dua jenis reaksi nuklir, yaitu reaksi nuklir berantai tak terkendali dan reaksi nuklir berantai terkendali. Reaksi nuklir tak terkendali terjadi misal pada ledakan bom nuklir. Dalam peristiwa ini reaksi nuklir sengaja tidak dikendalikan agar dihasilkan panas yang luar biasa besarnya sehingga ledakan bom memiliki daya rusak yang maksimal. Agar reaksi nuklir yang terjadi dapat dikendalikan secara aman dan energi yang dibebaskan dari reaksi nuklir tersebut dapat dimanfaatkan, maka manusia berusaha untuk membuat suatu sarana reaksi yang dikenal sebagai reaktor nuklir. Jadi reaktor nuklir sebetulnya hanyalah tempat dimana reaksi nuklir berantai terkendali dapat dilangsungkan. Reaksi berantai di dalam reaktor nuklir ini tentu sangat berbeda dengan reaksi berantai pada ledakan bom nuklir. 

Sejarah pemanfaatan energi nuklir melalui Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dimulai beberapa saat setelah tim yang dipimpin Enrico Fermi berhasil memperoleh reaksi nuklir berantai terkendali yang pertama pada tahun 1942. Reaktor nuklirnya sendiri sangat dirahasiakan dan dibangun di bawah stadion olah raga Universitas Chicago. Mulai saat itu manusia berusaha mengembangkan pemanfaatan sumber tenaga baru tersebut. Namun pada mulanya, pengembangan pemanfaatan energi nuklir masih sangat terbatas, yaitu baru dilakukan di Amerika Serikat dan Jerman. Tidak lama kemudian, Inggris, Perancis, Kanada dan Rusia juga mulai menjalankan program energi nuklirnya.  

 

Listrik pertama yang dihasilkan dari PLTN terjadi di Idaho, Amerika Serikat, pada tahun 1951. Selanjutnya pada tahun 1954 PLTN skala kecil juga mulai dioperasikan di Rusia. PLTN pertama di dunia yang memenuhi syarat komersial dioperasikan pertama kali pada bulan Oktober 1956 di Calder Hall, Cumberland. Sistim PLTN di Calder Hall ini terdiri atas dua reaktor nuklir yang mampu memproduksi sekitar 80 juta Watt tenaga listrik. Sukses pengoperasian PLTN tersebut telah mengilhami munculnya beberapa PLTN dengan model yang sama di berbagai tempat.  

Untuk mendapatkan gambaran tentang besarnya energi yang dapat dilepaskan oleh reaksi nuklir, berikut ini diberikan contoh perhitungan sederhana. Ambil 1 g (0,001 kg) bahan bakar nuklir 235U. Jumlah atom di dalam bahan bakar ini adalah :  

N = (1/235) x 6,02 x 1023 = 25,6 x 1020 atom 235U.  

Karena setiap proses fisi bahan bakar nuklir 235U disertai dengan pelepasan energi sebesar 200 MeV, maka 1 g 235U yang melakukan reaksi fisi sempurna dapat melepaskan energi sebesar :  

E = 25,6 x 1020 (atom) x 200 (MeV/atom) = 51,2 x 1022 MeV  

Jika energi tersebut dinyatakan dengan satuan Joule (J), di mana 1 MeV = 1.6 x 10-13 J, maka energi yang dilepaskan menjadi :  

E = 51,2 x 1022 (MeV) x 1,6 x 10-13 (J/MeV) = 81,92 x 109 J  

Dengan menganggap hanya 30 % dari energi itu dapat diubah menjadi energi listrik, maka energi listrik yang dapat diperoleh dari 1 g 235U adalah : 

Elistrik = (30/100) x 81,92 x 109 J = 24,58 x 109 J 

Karena 1J = 1 W.s ( E = P.t), maka peralatan elektronik seperti pesawat TV dengan daya (P) 100 W dapat dipenuhi kebutuhan listriknya oleh 1 g 235U selama :  

t = Elistrik / P = 24,58 x 109 (J) / 100 (W) = 24,58 x 107 s  

Angka 24,58 x 107 sekon (detik) sama lamanya dengan 7,78 tahun terus-menerus tanpa dimatikan. Jika diasumsikan pesawat TV tersebut hanya dinyalakan selama 12 jam/hari, maka energi listrik dari 1 g 235U bisa dipakai untuk mensuplai kebutuhan listrik pesawat TV selama lebih dari 15 tahun.  

Contoh perhitungan di atas dapat memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai kandungan energi yang tersimpan di dalam bahan bakar nuklir. Energi panas yang dikeluarkan dari pembelahan satu kg bahan bakar nuklir 235U adalah sebesar 17 milyar kilo kalori, atau setara dengan energi yang dihasilkan dari pembakaran 2,4 juta kg (2.400 ton) batubara. Melihat besarnya kandungan energi tersebut, maka timbul keinginan dalam diri manusia untuk memanfaatkan energi nuklir sebagai pembangkit listrik dalam rangka memenuhi kebutuhan energi dalam kehidupan sehari-hari. 

Proses Kerja Pusat Listrik Tenaga Nuklir

Proses kerja PLTN sebenarnya hampir sama dengan proses kerja pembangkit listrik konvensional seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yang umumnya sudah dikenal secara luas. Yang membedakan antara dua jenis pembangkit listrik itu adalah sumber panas yang digunakan. PLTN mendapatkan suplai panas dari reaksi nuklir, sedang PLTU mendapatkan suplai panas dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara atau minyak bumi.
Reaktor daya dirancang untuk memproduksi energi listrik melalui PLTN. Reaktor daya hanya memanfaatkan energi panas yang timbul dari reaksi fisi, sedang kelebihan neutron dalam teras reaktor akan dibuang atau diserap menggunakan batang kendali. Karena memanfaatkan panas hasil fisi, maka reaktor daya dirancang berdaya thermal tinggi dari orde ratusan hingga ribuan MW. Proses pemanfaatan panas hasil fisi untuk menghasilkan energi listrik di dalam PLTN adalah sebagai berikut : 


• Bahan bakar nuklir melakukan reaksi fisi sehingga dilepaskan energi dalam bentuk panas yang sangat besar.
• Panas hasil reaksi nuklir tersebut dimanfaatkan untuk menguapkan air pendingin, bisa pendingin primer maupun sekunder bergantung pada tipe reaktor nuklir yang digunakan.
• Uap air yang dihasilkan dipakai untuk memutar turbin sehingga dihasilkan energi gerak (kinetik).
• Energi kinetik dari turbin ini selanjutnya dipakai untuk memutar generator sehingga dihasilkan arus listrik. 



dari berbagai sumber


Diposkan oleh Denni Kurniawan di 09.38.00
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Kategori : Sains

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ►  2016 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ▼  2011 (65)
    • ►  September (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (9)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (15)
    • ▼  Maret (16)
      • Rumah Unik dan Indah dari Bekas Pabrik Semen
      • H.A.A.R.P, Senjata Pembuat Gempa,Tsunami dan Cuaca !!
      • 10 Senjata Unik yang Pernah Diciptakan
      • 10 Desain Sempurna Pada Bumi, Bukti Kesempurnaan S...
      • 10 Tradisi paling aneh dan mengerikan di dunia
      • 10 Pahatan luar biasa dari gunung batu
      • Sheikh Zayed Mosque Abu Dhabi, Termegah dan Terindah
      • 10 Pertempuran Paling Berdarah Selama Perang Dunia I
      • Apakah Hitam dan Putih adalah Warna?
      • Kebodohan Professor Yang Menganggap Agama Sebuah M...
      • Thariq bin Ziyad - Penakluk Spanyol
      • Tips dan Trik Menggoda Bayi Agar Bisa Tertawa
      • Bahaya-bahaya Kesehatan Jika Terkena Radiasi Nuklir
      • Energi Nuklir
      • Bunuh diri masal Terburuk sepanjang sejarah!
      • 10 Kejadian Terbesar Dunia Akibat Konspirasi
    • ►  Februari (14)

Popular Posts

  • Desain Sepeda Terkeren (part 2)
  • Desain Sepeda Terkeren (Part 1)
  • Komposisi Agung Alam Semesta
  • 9 Penemuan Berguna Yang di Salah Gunakan
  • 9 Makanan yang Pantang Dimakan Ibu Hamil
  • Perompak Somalia: Hidup Kaya Raya, Mobil Mewah, Rumah Luas, Istri Cantik
  • Terusan Panama
  • 10 Pertempuran Paling Berdarah Selama Perang Dunia I
  • Energi Nuklir
D.Kurniawan. Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.